Samarinda – Penurunan debit Sungai Mahakam selama musim kemarau menjadi perhatian DPRD Kota Samarinda. Kondisi tersebut dinilai perlu diantisipasi karena berpotensi memicu masuknya air laut ke wilayah sungai dan berdampak terhadap kawasan yang berada di sekitar aliran Mahakam.
Ketua Komisi III DPRD Kota Samarinda, Deni Hakim Anwar, meminta pemerintah tidak hanya berfokus pada ancaman kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), tetapi juga memperhitungkan dampak lanjutan akibat menyusutnya debit sungai.
Deni mengatakan, semakin rendah debit sungai, semakin besar potensi pengaruh air laut terhadap kawasan perairan. Kondisi itu dikhawatirkan meluas apabila kemarau dan fenomena El Nino berlangsung dalam waktu panjang.
“Tidak menutup kemungkinan ketika air laut sudah mulai masuk ke wilayah Handil dan nanti akan masuk ke wilayah Palaran, ini yang mungkin kita khawatirkan,” ujar Deni, Senin (24/8/2026).
Menurutnya, potensi tersebut perlu dipantau sejak awal karena berkaitan dengan kondisi perairan dan aktivitas masyarakat. Pemerintah daerah juga perlu memiliki data mengenai perkembangan debit Sungai Mahakam serta wilayah yang berisiko terdampak.
Deni menilai langkah antisipasi harus disiapkan sebelum kondisi mencapai tahap yang lebih serius. Pemerintah provinsi bersama pemerintah kabupaten dan kota perlu memperkuat koordinasi dalam memantau perubahan kondisi sungai selama musim kemarau.
“Makanya saya bilang tadi yang pertama adalah mencegah karhutla, kebakaran hutan secara menyeluruh. Yang kedua adalah mencegah kekeringan atau melakukan antisipasi,” katanya.
Ia menambahkan, penurunan debit sungai tidak berdiri sendiri. Kondisi tersebut dapat berkaitan dengan ketersediaan air bersih, kelancaran distribusi kebutuhan masyarakat, hingga meningkatnya risiko karhutla.
Karena itu, Deni mendorong pemerintah menyiapkan skenario penanganan apabila debit Sungai Mahakam terus menurun. Pemantauan berkala dan penyampaian informasi kepada masyarakat juga diperlukan agar langkah mitigasi dapat dilakukan lebih cepat.
DPRD Samarinda berharap pemerintah daerah mengambil langkah terukur menghadapi dampak kemarau dan El Nino.
“Kesiapsiagaan sejak dini penting untuk mencegah persoalan lingkungan dan kebutuhan dasar masyarakat berkembang lebih luas,” tandasnya. (adv)

















