Rabu, April 15, 2026
inspirasa.co
No Result
View All Result
  • Login
  • Advetorial
  • Budaya
  • Identitas
  • Terkini
  • Viral
  • Kuliner
  • Lingkungan
  • Musik
  • Politik
  • Sains
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Advetorial
  • Budaya
  • Identitas
  • Terkini
  • Viral
  • Kuliner
  • Lingkungan
  • Musik
  • Politik
  • Sains
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
No Result
View All Result
inspirasa.co
Home Entertainment

Kocheng Oren Diyakini Lebih Nakal dan Songong Dibanding Kucing Lain

inspirasa.co by inspirasa.co
18 Februari 2021
in Entertainment, Nasional, Opinion, Sains
0
Kocheng Oren Diyakini Lebih Nakal dan Songong Dibanding Kucing Lain

Gambar Screen Shot Googgle.

594
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Inspirasa.co- Kucing berbulu oranye menjadi pembahasan di Internet Indonesia beberapa bulan terakhir, karena dianggap melawan stereotip umum kucing yang manis manja.

Netizen menggelari kucing jenis tersebut pakai nama jalanan “kocheng oren”. Kucing yang memiliki warna ini dituding berperangai lebih nakal, bandel, menyebalkan, berbakat preman, berperilaku monster, dan kerap rebel. Hmm, benarkah begitu?

Baca juga :

Investasi Gizi di Ibu Kota Baru, Langkah Otorita IKN untuk Anak Sehat dari Pintu ke Pintu

Wamendagri Tantang Warga Viralkan Oknum ASN Nakal Jadikan WFH Ajang Keluyuran

Saya penasaran dengan kebenaran klaim itu dan mencari penjelasan saintifik. Salah satu referensi yang segera saya peroleh adalah penelitian Liz Stelow dari University of California Davis pada 2015. Timnya menyelidiki hubungan tingkah laku agresif kucing dengan warna dan motif bulunya.

Dalam penelitian yang kemudian dimuat dalam the Journal of Applied Animal Welfare Science, Stelow dan tim menganalisis jawaban survei online dari 1.274 pemelihara kucing di Amerika Serikat tentang hubungan tingkah laku kucing dengan warnanya.

Survei tersebut memuat beberapa pertanyaan, seperti seberapa sering kucing menggigit, mencakar, dan mendesis kepada majikannya. Hasilnya, kucing berwarna tortoiseshell (warna utama hitam atau cokelat, dengan shade merah, cokelat, atau oranye) dan kucing warna calico (belang tiga) lebih banyak dilaporkan bertingkah laku agresif dibanding kucing warna lain.

Di antara dua jenis warna itu, kucing tortoiseshelldianggap yang paling nyebelin sampai-sampai dijuluki “tortitude”.

Namun, Stelow ogah kalau surveinya dijadikan landasan ilmiah buat nge-judge kucing berdasarkan warna. Kata doi penelitian ini memiliki kelemahan dalam metodenya: data yang didapat peneliti cuma dari laporan pemelihara kucing, bukan hasil amatan mandiri peneliti yang memperhatikan tingkah laku kucing.

Menurut Mikel Delgado, konsultan tingkah laku kucing bersertifikat (ada ya profesi kayak ginii!?) yang juga doktor psikologi di University of California-Berkeley, penelitian tentang kucing umumnya masih bias.

Dia bisa bilang gitu soalnya kata “agresif” yang dipakai untuk mendefinisikan tingkah laku kucing adalah kata yang sangat subjektif. Belum ada parameter yang jelas mengapa satu kucing disebut agresif dan yang lainnya tidak. Meskipun belum bisa dijadikan landasan, kenyataannya banyak juga orang yang merasa relatable dengan hasil survei Sterlow.

Gina Knepp, manajer sebuah penampungan hewan bernama Front Street mengatakan, memang motif calico dan tortoiseshell lebih nakal daripada kucing warna lain. Namun, bukan berarti kucing motif ini tidak bisa dipelihara.

“Kalau kamu ingin punya kucing yang terus menyibukkanmu, calico dan tortie adalah pilihan yang tepat,” ucap Gina.

Jika Stelow sama sekali tak menyinggung ulah kucing oren, dalam artikel di Berkeley News kucing oren, bersama kucing belang dua, justru disebut sebagai yang paling ramah. Sementara kucing hitam, putih, maupun kucing belang tiga dianggap antisosial. Lho, kok malah kesannya berkebalikan dengan di sini?

Ghibah tentang perilaku kucing oren malah saya temukan dalam satu forum Flickr dari 14 tahun lalu. Kok kayaknya kucing oren itu nekatan banget ya? tanya satu pengguna. Iya, menurut pengalamanku mereka emang agak gila, balas pengguna lain. Tapi, mereka juga jenis kucing paling pintar yang pernah aku punya, pengguna lainnya bersaksi.

Seorang pengguna lain lantas cerita, kucing orennya berani ngajak berantem anjing pitbull. Tapi, obrolan kucing di atas bernada positif dan menyimpan kebanggaan.

Oleh karena belum ada bukti warna kucing terkait dengan kepribadian yang stereotipikal, sebaiknya kita juga nggak nge-judge kucing berdasarkan warna bulunya. Pasalnya, sebuah penelitian yang terbit 2002 menyimpulkan rasialisme di dunia perkucingan bisa berdampak buruk. Misalnya, ada fakta kucing hitam dan cokelat jarang banget diadopsi karena dipercaya bawa sial. Sedangkan kucing tortoiseshell masih jadi kucing paling jarang dipilih calon pengadopsi dan paling sering dikembalikan ke penampungan hewan.

Kondisi memprihatinkan ini coba diatasi Cathy Marden, seorang koordinator kucing di Berkeley East Bay Humane Society (BEBHS), dengan mengajak calon pengadopsi menilai kucing bukan dari warna bulu, tapi dari hati.

“Jika ada seseorang datang untuk mengadopsi, kami mendorong mereka untuk menghabiskan waktu dengan sebanyak-banyaknya kucing karena sifat si kucinglah yang akan memberi tahumu bahwa kucing itu yang terbaik untukmu, bukan warnanya,” ucapnya, dikutip situs web UC Berkeley.

Saya mencoba mengingat-ingat kucing oren dalam khazanah budaya pop. Tentu saja! Garfield! Kucing oren gendut dari komik strip yang doyan ngopi dan nge-bully anjing itu. Saya membuka Wikipedia untuk menggali informasi tentangnya sampai saya terhenti di daftar karakter lain di komik Garfield.

“Tokoh sampingan, Nomor 2: Nermal, seekor kucing abu-abu yang kecil dan sangat suka memamerkan keimutannya. Kucing ini sangat dibenci Garfield dan dibuang oleh Garfield ke Abu Dhabi.” Ya ampun.

Kesimpulan dari hasil browsing sana-sini, tak tersedia bukti warna kucing berkaitan sama karakternya. Jadi kayaknya netizen perlu menghentikan perundungan serta segera minta maaf pada kocheng oren sedunia. Oleh Ikhwan Hastanto (Vice Indonesia).

Bagikan ini:

  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X

Terkait

ShareTweetShare
 
Next Post
Pernah Terjadi Kecelakaan Akibat Traffic light Tidak Berfungsi Selama Sebulan

Pernah Terjadi Kecelakaan Akibat Traffic light Tidak Berfungsi Selama Sebulan

Traffic light Tidak Berfungsi, Andi Faiz: Pemerintah Segera Cari Solusi, Jangan Tunggu Ada Korban Lagi

Traffic light Tidak Berfungsi, Andi Faiz: Pemerintah Segera Cari Solusi, Jangan Tunggu Ada Korban Lagi

Discussion about this post

POPULAR NEWS

Kaka Ade bersaudara?

Kaka Ade bersaudara?

3 Oktober 2021
Pelaku Penabrak Pengendara Motor di Depan Sekolah YPK Terancam di Hukum 6 Tahun Penjara

Pelaku Penabrak Pengendara Motor di Depan Sekolah YPK Terancam di Hukum 6 Tahun Penjara

8 Mei 2021
Foto Ilustrasi AI Work From Home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN).

Mendagri Tegaskan Aturan WFH Jumat ASN: Ponsel Wajib Aktif, Lokasi Dipantau Geo-location

5 April 2026
Foto ilustrasi AI

Soal Anggaran Rujab Rp25 Miliar, Seno Aji Sebut Ada Pengawasan Hingga Audit

4 April 2026
Puluhan warga di Desa Loa Kulu Kota, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara memperbaiki jalan provinsi Kaltim yang rusak parah pada Minggu (5/4/2026).

Jaga Marwah Kaltim, Warga Loa Kulu Kukar Patungan Tambal Jalan Rusak

7 April 2026

EDITOR'S PICK

Darlis Pattalongi Dorong Peningkatan Kualitas SDM di Kaltim

Darlis Pattalongi Dorong Peningkatan Kualitas SDM di Kaltim

24 April 2025
Foto Bersama seluruh jajaran PT Pupuk Kaltim, Wakil Wali Kota Agus Haris dan Atlet Bulu Tangkis.

Pupuk Kaltim Open 2025 Resmi Dimulai, 793 Atlet Ramaikan Sirkuit Nasional C PBSI di Bontang

9 Desember 2025
Ket. Foto: Pemusnahan Arsip Dispora Kaltim Tahun 2008-2011

Dispora Kaltim Lakukan Pemusnahan Arsip dan Serahkan Arsip Statis untuk Perbaikan Pengelolaan Data

7 November 2024
Amir Tosina Sebut Pembangunan Turap Sungai Api-Api Tidak Maksimal, Perlu Dievalusasi

Amir Tosina Sebut Pembangunan Turap Sungai Api-Api Tidak Maksimal, Perlu Dievalusasi

10 April 2023

Tentang Kami

Follow us

Berita Terbaru

  • Dirut PDAM Bontang Sebut Kenaikan Tarif Hanya 25%, Sisanya Faktor Pemakaian, Ini Penjelasannya 15 April 2026
  • Sidak Pemkot Bontang Bongkar Pemicu Tagihan Air Bengkak, Praktik Satu Pipa Ramai-Ramai, Wawali Sentil Pemilik Kontrakan 15 April 2026
  • Turun Sidak Pastikan Keadilan Tarif, Wawali Minta Sistem Penggolongan PDAM Dievaluasi 15 April 2026
  • Investasi Gizi di Ibu Kota Baru, Langkah Otorita IKN untuk Anak Sehat dari Pintu ke Pintu 14 April 2026
  • Pedoman media siber
  • Privacy
  • Redaksi
  • Kontak

© 2021 inspirasa.co - Support By Inspirasi Cyber ICM KALTIM.

No Result
View All Result
  • Advetorial
  • Budaya
  • Identitas
  • Terkini
  • Viral
  • Kuliner
  • Lingkungan
  • Musik
  • Politik
  • Sains
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak

© 2021 inspirasa.co - Support By Inspirasi Cyber ICM KALTIM.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Go to mobile version
 

Memuat Komentar...