Selasa, Agustus 25, 2026
inspirasa.co
No Result
View All Result
  • Login
  • Advetorial
  • Budaya
  • Terkini
  • Viral
  • Kuliner
  • Lingkungan
  • Musik
  • Politik
  • Sains
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Advetorial
  • Budaya
  • Terkini
  • Viral
  • Kuliner
  • Lingkungan
  • Musik
  • Politik
  • Sains
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
No Result
View All Result
inspirasa.co
Home Info Terkini

Nah! di Bontang Banyak Istri Gugat Cerai Suaminya, Terprediksi Terus Meningkat Hingga Akhir Tahun

inspirasa.co by inspirasa.co
10 Juni 2022
in Info Terkini, Nasional, News
0
Nah! di Bontang Banyak Istri Gugat Cerai Suaminya, Terprediksi Terus Meningkat Hingga Akhir Tahun

Humas Pengadilan Agama Bontang, Ahmad Farih Shofi Muhtar bersama awak media melihat loket penerimaan aduan.

643
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Inspirasa.co – Statistik atau catatan perkara perceraian hingga akhir tahun 2022, terprediksi oleh Pengadilan Agama Bontang bakal meningkat.

Dikatakan Humas Pengadilan Agama Bontang, Ahmad Farih Shofi Muhtar, bahwasanya setiap tahun di Kota Taman ini mencatatkan statistik angka perceraian yang tidak sedikit.

Baca juga :

Rincian Anggaran 10 K/L Teratas RAPBN 2027, BGN Masih Tertinggi Meski Alokasi Dana Menyusut

OIKN dan BMKG Operasi Modifikasi Cuaca Tebar NaCl di Langit Kaltim, Wilayah Sekitarnya Mulai Diguyur Hujan

Banyak pasangan memutuskan mengakhiri pernikahan mereka. Pemicu utama perceraian adalah pertengkaran serta ekonomi.

Pengadilan Agama Bontang mencatat sepanjang Januari hingga Mei 2022 ini, jumlah pemohon perceraian mencapai 269 perkara.

Angkanya terbagi pada cerai talak yang diajukan pihak laki-laki sebanyak 71 kasus, dan cerai gugat yang diajukan pihak perempuan sebanyak 198 kasus.

“Jika di persentase, cerai gugat bisa mencapai angka 60 sampai 70 persen. Sementara 30 persen merupakan cerai talak. Maka mayoritas yang mengajukan perceraian adalah pihak perempuan atau istri,” sebutnya.

Seluruh perkara perceraian itu, didominasi kalangan di usia produktif yang rata-rata usia mereka dibawah 35 tahun.

Ahmad Farih Shofi Muhtar mengaku pada tahun 2021 lalu, akibat faktor pandemi Covid-19 yang terbilang masif, membuat pihaknya membatasi penerimaan perkara. Meski ia tak menyebut berapa angka pasti penerimaan perkara yang ditangani pada tahun 2021.

Sementara di tahun 2022 ini, karena Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Covid-19 sudah longgar, dirinya memprediksi jumlah perkara yang akan ditangangi bisa meningkat.

“Untuk tahun ini kita membuka penerimaan perkara seluas-luasnya, dan kemungkinan perkiraan kami sampai akhir tahun 2022 ini perkara yang akan ditangani bisa menyentuh di angka 700 perkara,” pungkasnya.

Meski begitu Pengadilan Agama Bontang, terus berupaya melakukan mediasi, dan sejauh ini di tahun 2022, sudah ada 3 kasus yang berhasil dimediasi hingga mencabut gugatan cerai. (Ars).

Bagikan ini:

  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X

Terkait

ShareTweetShare
 
Next Post
Dishub Bontang Turunkan 10 Personel Penjagaan di The Cundekke Pickleball Championship Se-Kalimantan Timur

Dishub Bontang Turunkan 10 Personel Penjagaan di The Cundekke Pickleball Championship Se-Kalimantan Timur

Tunggu Perizinan, Pelayaran Rute Baru Bontang-Mamuju-Patoloan- Morowali Bakal Dibuka

Tunggu Perizinan, Pelayaran Rute Baru Bontang-Mamuju-Patoloan- Morowali Bakal Dibuka

Discussion about this post

POPULAR NEWS

Kaka Ade bersaudara?

Kaka Ade bersaudara?

3 Oktober 2021
Pelaku Penabrak Pengendara Motor di Depan Sekolah YPK Terancam di Hukum 6 Tahun Penjara

Pelaku Penabrak Pengendara Motor di Depan Sekolah YPK Terancam di Hukum 6 Tahun Penjara

8 Mei 2021
Foto Ilustrasi AI Work From Home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN).

Mendagri Tegaskan Aturan WFH Jumat ASN: Ponsel Wajib Aktif, Lokasi Dipantau Geo-location

5 April 2026
Foto ilustrasi AI

Soal Anggaran Rujab Rp25 Miliar, Seno Aji Sebut Ada Pengawasan Hingga Audit

4 April 2026
Puluhan warga di Desa Loa Kulu Kota, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara memperbaiki jalan provinsi Kaltim yang rusak parah pada Minggu (5/4/2026).

Jaga Marwah Kaltim, Warga Loa Kulu Kukar Patungan Tambal Jalan Rusak

7 April 2026

EDITOR'S PICK

Jalan Berlubang di Kawasan Pasar Rawa Indah Ini Dikeluhkan, Ditambal Warga Seadanya

Jalan Berlubang di Kawasan Pasar Rawa Indah Ini Dikeluhkan, Ditambal Warga Seadanya

7 September 2023
Bakhtiar Wakkang Mewanti-Wanti Agar DPMPTSP Hindari Praktek Pungli

Bakhtiar Wakkang Mewanti-Wanti Agar DPMPTSP Hindari Praktek Pungli

4 November 2021
Penjual Narkotika dan Kosmetik Ilegal Pabrikan Siap Edar, di Tangkap Polresta Samarinda

Penjual Narkotika dan Kosmetik Ilegal Pabrikan Siap Edar, di Tangkap Polresta Samarinda

15 Maret 2023
Siap Bertarung Legislatif 2024, Syahril Siapkan Strategi Dongkrak Suara Milenial

Siap Bertarung Legislatif 2024, Syahril Siapkan Strategi Dongkrak Suara Milenial

7 Oktober 2022

Tentang Kami

Follow us

Berita Terbaru

  • Rincian Anggaran 10 K/L Teratas RAPBN 2027, BGN Masih Tertinggi Meski Alokasi Dana Menyusut 25 Agustus 2026
  • OIKN dan BMKG Operasi Modifikasi Cuaca Tebar NaCl di Langit Kaltim, Wilayah Sekitarnya Mulai Diguyur Hujan 25 Agustus 2026
  • Pacu PAD Kaltim Sinergi BUMD-BUMN, PT BKS Jajaki Kemitraan Bisnis Bersama PKT 24 Agustus 2026
  • BNPB Deteksi 1.487 Titik Panas Potensi Jadi Karhutla di Sebagian Besar Pulau Kalimantan 21 Agustus 2026
Seedbacklink
  • Pedoman media siber
  • Privacy
  • Redaksi
  • Kontak

© 2021 inspirasa.co - Support By Inspirasi Cyber ICM KALTIM.

No Result
View All Result
  • Advetorial
  • Budaya
  • Terkini
  • Viral
  • Kuliner
  • Lingkungan
  • Musik
  • Politik
  • Sains
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak

© 2021 inspirasa.co - Support By Inspirasi Cyber ICM KALTIM.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Go to mobile version
Memuat Komentar...