Rabu, Maret 4, 2026
inspirasa.co
No Result
View All Result
  • Login
  • Advetorial
  • Budaya
  • Identitas
  • Terkini
  • Viral
  • Kuliner
  • Lingkungan
  • Musik
  • Politik
  • Sains
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Advetorial
  • Budaya
  • Identitas
  • Terkini
  • Viral
  • Kuliner
  • Lingkungan
  • Musik
  • Politik
  • Sains
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
No Result
View All Result
inspirasa.co
Home World

Ikan Mas Disantap dan Dibudi Daya di Indonesia, Tapi di Kanada, Inggris dan Amerika Dianggap Hama

inspirasa.co by inspirasa.co
1 Juni 2022
in Budaya, Food, Konten Viral, Lingkungan
0
Ikan Mas Disantap dan Dibudi Daya di Indonesia, Tapi di Kanada, Inggris dan Amerika Dianggap Hama

Ikan mas raksasa foto diambil dari Twitter warga luar negeri.

556
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Inspirasa.co – Jika di Indonesia ikan mas disantap hingga dibudi dayakan, sebaliknya di Amerika Serikat, Inggris sampai Kanada, populasinya yang semakin tinggi membuat keresahan tersendiri.

Dikutif dari beberapa sumber. Przemek Bajer, akademisi University of Minnesota menuturkan, ikan mas dianggap sebagai hama.

Baca juga :

Membawa Semangat Sipakatau, Sipakainge, Sipakalebbi, Andi Faizal Resmi Pimpin KKSS Kota Bontang

Bagikan Bibit Pohon, Ananda Emira Moeis: Tanam, Rawat dan Hijaukan Pertiwi

Ikan mas dianggap hama, karena semakin banyak populasinya di danau, dikhawatirkan tanaman air semakin tidak berkembang dan berdampak juga pada spesies asli. Menurutnya, spesies asli itu jadi kelaparan karena serbuan ikan mas.

“Seluruh ikan mas pada dasarnya adalah spesies invasif di seluruh dunia. Di seluruh Amerika Utara, Australia, sebagian Eropa, mereka sungguh menyebar luas,” cetus Przemek Bajer, akademisi University of Minnesota.

Selain itu kata dia, ikan mas dapat tumbuh sampai 38 centimeter. Hal itu dibuktikan dengan penemuan ikan mas raksasa di Danau Keller. Otoritas ikan itu disebut raksasa, karena tidak seperti saat dipelihara di akuarium atau semacamnya.

Ia pun menduga ikan mas itu dibuang sembarangan oleh warga yang awalnya memeliharanya.

Pemerintah kota setempat, akhirnya mengeluarkan himbauan peringatan kepada penduduk agar jangan melakukan perbuatan itu, karena ikan mas dapat turut menyebabkan penurunan kualitas air dengan mengacak-acak sedimen hingga mencabut tanaman.

Menurut Dr James Dickey dari Queen’s University Belfast, seorang penulis serta peneliti, mengungkapkan bahwa penelitian terbaru di Inggris menunjukkan jika ikan mas mengkonsumsi lebih banyak makanan dibandingkan ikan dengan jenis hampir sama di perairan Inggris.

Kata dia, ikan mas makan lebih banyak daripada ikan invasif lainnya, juga lebih agresif mengambil spesies pesaing lainnya.

Studi atau riset yang dilakukan mengungkap, kemunculan lebih banyak ikan mas di alam liar diakibatkan banyak pemilik hewan peliharaan yang membeli ikan mas selama masa lockdown pandemi, lalu melepaskannya begitu saja ke sungai.

Sumber: CNN, detikINET, CBC, The Guardian.

Editor : Ars

Bagikan ini:

  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X

Terkait

ShareTweetShare
 
Next Post
Ini Fatwa Lengkap MUI tentang Hewan Kurban di Tengah Wabah PMK 

Ini Fatwa Lengkap MUI tentang Hewan Kurban di Tengah Wabah PMK 

Warga Swadaya Atasi Banjir, Andi Faiz Saran Pemkot Gunakan Dana Tak Terduga, Tambahkan Kegiatan Fisik di Stimulan RT

Warga Swadaya Atasi Banjir, Andi Faiz Saran Pemkot Gunakan Dana Tak Terduga, Tambahkan Kegiatan Fisik di Stimulan RT

Discussion about this post

POPULAR NEWS

Kaka Ade bersaudara?

Kaka Ade bersaudara?

3 Oktober 2021
Pelaku Penabrak Pengendara Motor di Depan Sekolah YPK Terancam di Hukum 6 Tahun Penjara

Pelaku Penabrak Pengendara Motor di Depan Sekolah YPK Terancam di Hukum 6 Tahun Penjara

8 Mei 2021
Warga Sangatta Menang dalam Sengketa Informasi Terkait Operasi Tambang PT KPC

Warga Sangatta Menang dalam Sengketa Informasi Terkait Operasi Tambang PT KPC

5 Mei 2025
Ini Sosok Foto Nur Asli KKN di Desa Penari Mahasiswa Angkatan 1996

Ini Sosok Foto Nur Asli KKN di Desa Penari Mahasiswa Angkatan 1996

21 Mei 2022
KRI Nanggala 402 Ditemukan, 53 Awak Dinyatakan Gugur

KRI Nanggala 402 Ditemukan, 53 Awak Dinyatakan Gugur

25 April 2021

EDITOR'S PICK

Puncak laga sepak bola Pupuk Kaltim Cup 2024 resmi berakhir, Kelurahan Loktuan menjadi juara pertama. Selasa (24/9/2024) malam.

Antusiasme Ribuan Masyarakat Nonton Bareng Pupuk Kaltim Cup 2024, Digelar Lagi Tahun Depan

23 September 2024
RSHD Diberi Tenggat 7 Mei oleh DPRD Kaltim untuk Selesaikan Tunggakan Gaji

RSHD Diberi Tenggat 7 Mei oleh DPRD Kaltim untuk Selesaikan Tunggakan Gaji

3 Mei 2025
Agus Haris.

Agus Haris Dukung Pengembangan RSUD Taman Husada Menjadi Medical Tourism Hospital

22 Juli 2024
Ket foto : Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang, Abdu Safa Muha (tengah)

Soal Kejelasan Akses Lahan SMPN 5, Disdikbud Bontang Bakal Lakukan Pertemuan dengan Perusahaan

14 November 2025

Tentang Kami

Follow us

Berita Terbaru

  • KADIN Kaltim 2025–2030 Resmi Dilantik Jadi Tonggak Sejarah Dunia Usaha di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan Nusantara 3 Maret 2026
  • Pemerintah AS Berikan Hibah 2,49 Juta Dolar Perkuat Perencanaan Smart City IKN 26 Februari 2026
  • Menjaga Martabat Sejarah: Constitution And Administrative Law And Society (Cals) Sampaikan Amicus Curiae Dalam Gugatan PTUN Terhadap Fadli Zon 25 Februari 2026
  • Kusnadi Resmi Pimpin PWI Bontang 2026 – 2029 13 Februari 2026
  • Pedoman media siber
  • Privacy
  • Redaksi
  • Kontak

© 2021 inspirasa.co - Support By Inspirasi Cyber ICM KALTIM.

No Result
View All Result
  • Advetorial
  • Budaya
  • Identitas
  • Terkini
  • Viral
  • Kuliner
  • Lingkungan
  • Musik
  • Politik
  • Sains
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak

© 2021 inspirasa.co - Support By Inspirasi Cyber ICM KALTIM.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Go to mobile version
 

Memuat Komentar...